Selasa, 13 Februari 2018

Pidi yang Baiq

2


Kira-kira dua tahun lebih blog ini sunyi, itu karena saya tidak punya banyak kesibukan yang sangat tidak penting. Tapi akhirnya  hari ini saya bisa memperkosa lagi blog ini dengan agak kaku karena sudah lupa beberapa gaya dan sudah agak sedikit malu karena lama tak bertemu.

Oo iya, ada yang sudah nonton film Dilan 1990?
Sudah hampir tiga minggu film Dilan 1990 main di bioskop, dan tadi saya lihat penontonnya sudah mencapai 5.302.000 penonton. Kalau tidak salah saya nonton filmnya di minggu kedua. Dan sumpah, itu adalah hari dimana pas saya nonton film di bioskop dan bioskop di penuhi suara teriakan cewek yang sangat mendominasi ruangan yang ukurannya saya tidak tau berapa kali berapa.

Saya hampir-hampir mau teriak ke mereka semua “brisik”, tapi tidak saya lakukan. Karena saya masih sadar akan resikonya jika saya lakukan itu, pasti saya akan langsung di terkam oleh semua orang yang lagi baper akan alur ceritanya dan juga baper akan akting Ikbal dalam film itu.
Setiap kali Ikbal mengucapkan kata-kata gombal, seluruh cewek yang ada di sana pasti teriak histeris, termasuk pacar saya. Hampir-hampir saya bilang ke pacar saya “kamu sekongkol ya sama mereka?” tapi tidak saya lakukan karena saya sadar dia juga lagi baper.

Ternyata tidak hanya racun cobra yang memiliki efek yang mematikan dengan cepat. Film dilan pun sama, walaupun tidak mematikan tapi film ini cepat merubah otak para cewek-cewek yang nonton berangan–anagan  memiliki cowok seperti Dilan.
Sebenarnya tidak jadi masalah kalau itu hanya sebatas angan-angan. Tapi parahnya , ada dari sebagian mereka yang ingin mewujudkan itu dalam  kehidupannya. Saya pernah lihat ada pasangan cewek dan cowok yang lagi bertengkar terus cewek nya bilang ke cowok nya dengan nada tinggi menunjukkan kalau dia sedang  marah “kamu tidak seperti Dilan, aku benci kamu”. Saya seolah-olah langsung menjadi orang yang bisa baca pikiran dan langsung membaca pikiran si cowok, dan tau apa yang dia pikirkan? “Tuhan kutuk aku jadi lumut” itu yang bisa saya baca dari pikirannya.

Tapi saya akui cerita dari film Dilan sangat menarik perhatian. Sampai-sampai saya tertarik untuk membaca bukunya. Padahal saya adalah tipe orang yang malas baca novel romantis. Tapi entah kenapa akhirnya saya cari dan saya pun membacanya hingga kelar. Dari Dilan 1990, terus Dilan 1991 hingga Milea “suara dari Dilan” dalam waktu yang kurang dari satu minggu.

Akhirnya saya hanya bisa mngatakan jika Dilan dan Milea itu benar-benar ada, dan ayah Pidi Baiq hanya sebagai penulis dari kisah mereka berdua, saya hanya bisa bilang bahwa Dilan dan Milea sebenarnya lagi saling ingin di mengerti dan ingin mengklarifikasi tentang perasaan  masing – masing pada waktu itu dengan cara yang sangat romantis dan tak biasa. Tidak mengungkapkanya secara langsung tidak juga di pendam melainkan di tuangkan dengan tulus dalam bentuk  Novel dengan 300 lebih halaman yang dari semua kisah mereka tidak ada yang membosankan untuk di baca. Dan dari Novel yang di tulis oleh ayah Pidi Baiq itu, saya bisa menyimpulkan bahwa ayah Pidi adalah operator provider terbaik yang membuat Dilan dan Milea tau apa yang sebenarnya mereka rasakan pada waktu itu.

Sukses buat ayah Pidi Baiq, Ikbal dan Venesha
Sekian dulu dari saya, Pidi Jahat. hehe

Senin, 17 Agustus 2015

KAMI YANG TERLUPAKAN

10





kami pikir setelah indonesia merdeka, kami bisa istirahat dan menikmati kemerdekaan ini. Tapi ternyata tidak, perjuangan kami masih berlanjut. Namun kini perjuangan kami berbeda. Kalau dulu kami berjuang dengan teman - teman untuk kemerdekaan indonesia, kini kami harus berjuang masing-masing untuk mengisi perut demi kelanjutan usia.

Tapi kami tidak marah dan banyak mengeluh pada pemerintah. 
karena jika kami lakukan itu, maka kami akan terlihat lemah, dan mengharapkan imbalan dari apa yang sudah kami perjuangkan.

70 tahun sudah Indonesia merdeka. Kami senang dan bangga karena kami terlibat dalam perjuangan untuk memerdekakan negeri ini.
mati adalah kata yang tidak kami pedulikan waktu itu, dan MERDEKA adalah kata yang membuat kami tidak bisa tertidur nyenyak, karena harus memikirkan bagaimana cara agar negeri ini bisa bebas dari penjajah. Waktu  itu kami tidak takut jika peluruh menembus jantung kami, atau kepala kami di penggal dan di buang di tempat yang jauh.
kami lebih takut jika nanti, tidak ada tempat tinggal untuk anak dan cucu kami.
Kalian  memang tidak mengenal kami, dan kami juga tidak berharap agar kalian mengenal kami. kami  hanya berharap agar supaya kalian bisa melanjutkan perjuangan kami,  walaupun tidak harus mengeluarkan darah, dan mengorbankan nyawa, cukup dengan menjaga nilai - nilai kemerdekaan ini.


Maka  dengan itu, mungkin ketika kami mati, arwah kami dan arwah para pahlawan yang telah mendahului kami, bisa tersenyum dan merasa puas dan tidak merasa sia-sia telah berjuang  untuk kemerdekaan ini. Karena kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Belanda, bingkisan dari Jepang, dan bantuan dari Amerika. Tapi  kemerdekaan ini adalah darah, harta ,dan nyawa, yang kami kumpul jadi satu, untuk bisa bersatu, meneriakkan kata  MERDEKA INDONESIA KU.






Jumat, 07 Agustus 2015

CPU : CINTA PERLU UANG

4

Cinta. Awalnya dari mata, dengan pandangan yang tidak sengaja bisa menimbulkan rasa suka, lalu rasa itu akan turun ke hati, hingga timbullah perasaan kasih dan sayang. jadi dapat di simpulkan bahwa datangnya cinta itu dari mata turun ke hati. kalau dari lidah turun ke hati, itu bukan cinta, itu mie sedap. hahahaahah

Bicara masalah cinta, berarti bicara masalah isi hati. Tapi bukan hanya hati yang harus di jaga agar supaya bisa setia dan terisi dengan cinta yang sempurna. Isi dompet pun harus di perhatikan. Karena tuju dari sepuluh wanita zaman sekarang, lebih memilih pria yang sudah kaya daripada pria yang baru bisa mengucapkan kata “ aku akan berusaha ”.

Di zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini, bukan hanya teknologi yang sudah berkembang. Tapi otak para wanita pun sudah sangat maju. Mereka sangat teliti dalam memilih pasangan hidup mereka. Mereka ingin pria yang tampan dan kaya. Entah kekayaan itu milik pria itu sendiri atau orang tuanya, mereka tak peduli. Yang terpenting adalah tiap bulan rekening mereka selalu terisi dengan delapan digit angka. Kalau pun ada yang menerima apa adanya, jangan senang dulu, karena belum tentu orang tua si wanita berpikiran sama dengan anaknya. Banyak pertanyaan susah yang harus  kita jawab. Saking susahnya, semua pertanyaan yang di tanya tidak ada satupun  yang pernah keluar di UN. Semua pertanyaannya sebenarnya singkat, tapi susah di jawab. Apa lagi bagi para pria yang hanya bermodalkan cinta. Kira – kira pertanyaannya orang tuanya seperti ini.

“kerja apa?”
“ di mana?”
“dengan siapa”
“semalam berbuat apa”.... Ko’ jadi Andika kangen band. ?#@$%&*

Padahalkan semua itu sudah ada yang mengatur. Uang, pangkat, dan jabatan sudah ada yang menentukan. “Yahh benar apa yang ada di otak kalian”. Yang menentukan semua itu adalah atasan. Soalnya harus lewat atasan dulu baru boleh buka bawahan.. hehehehe (maksudnya jadi bos dulu baru boleh punya anak bua) .

Yang paling para adalah, jika cewek kamu matre’. Dikit – dikit minta di biliin ini itu. Beli baju lah, celana, lipstik, bedak, hand body ,handphone , handcam, hand_uk, pembalut, daleman , luaran. Pokoknya semua yang dia suka. Mau tidak mau isi dompet harus di keluarkan. Padahal itu uang untuk bayar kos – kosan. Akhirnya mau tidak mau juga, kamu harus di keluarkan dari kos - kosan.


Tapi itulah hidup. Tidak ada yang tahu dengan siapa kita akan berjodoh. Itu bukanlah pilihan tapi itu adalah takdir, jadi jalani saja. Kita harus berusaha untuk bisa membahagiakan orang yang sangat kita cintai. Jadi buat para pria, kita harus berusaha sekuat tenaga, karena itu adalah kewajiban, Menafkahi lahir dan batin, bukan abis lahiran di banting – banting. Dan bagi para wanita, jangan selalu mendahulukan harta, kita memang butuh harta, tapi cinta dan setialah yang paling utama
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com